SHARE
Sumber Foto: Istimewa
Sumber Foto: Istimewa

Setelah dirilis pada bulan Juni silam, Hobgoblin yang merupakan album ke-empat dari band kawakan asal Jakarta Sajama Cut akan dipersembahkan dalam bentuk konser pada 17 September 2015 di Eco Bar 365, Kemang, Jakarta Selatan.

Di konser ini, 100 fans pertama yang pada Juli lalu mem-preorder album ke-4 Sajama Cut, Hobgoblin, menjadi undangan khusus yang akan mendapatkan pin keanggotaan Sajama Kids (sebutan fans Sajama Cut) yang dapat memberikan akses khusus ke acara-acara spesial Sajama Cut. 100 Sajama Kids tersebut juga akan mendapatkan kesempatan untuk menjadi orang-orang pertama yang dapat membeli merchandise ekslusif, yang termasuk kaset mixtape Ghost Eyes, yang berisikan demo, outtakes, versi cover dan remix dari album Hobgoblin.

Tiket untuk umum dijual seharga Rp.25.000 (First Drink Charge).

Konser ini juga merupakan panggung pertama Sajama Cut sejak tahun 2014 dan merupakan hasil kerjasama dari label Elevation Records, Prasvana, dan Pop Up Demajors. Hype akan formasi terbaru Sajama Cut memang sudah lama membuat fans-fans Sajama Cut yang disebut Sajama Kids, gatal melihat bagaimana bedanya tampilan mereka nanti.

Perwakilan Prasvana mengatakan bahwa “Kami selalu ingin mendukung scene musik independent khususnya Indonesia,and we have always been fans of Sajama Cut.”

Taufiqrahman dari The Jakarta Post, yang juga kepala dari label Elevation Records, memuji Sajama Cut dengan mengatakan, “Sebagai label yang merilis album mereka, kami sanngat excited untuk melihat bagaimana album kompleks seperti Hobgoblin akan terdengar di panggung.”

Dibantu oleh band noise-pop Strange Fruit sebagai opening act, konser ini juga akan menampilkan seniman kolase Ika Vantiani yang akan memperagakan pengerjaan sebuah kolase secara live sambil diiringi oleh musik dari Sajama Cut. Bentuk kolaborasi ini merupakan lanjutan dari kolaborasi-kolaborasi yang lain—dalam bentuk ilustrasi maupun puisi—yang dikemas dalam bentuk buku dan dirilis berbarengan dengan album Hobgoblin. Majalah online Disorder pun telah menyiapkan sebuah artikel mendalam tentang Sajama Cut dalam rangka menyambut acara ini.

Eric Wirjanata dari Deathrockstar mengatakan, “Gue sempat lihat sesi latihan Sajama Cut untuk formasi Hobgoblin ini, tampak terlihat kalau personel-personelnya sekarang lebih dapat kimia bermusiknya dibanding biasanya. Gue rasa manggungnya perlu ditunggu banget.”

Menjawab pertanyaan mengapa konser ini digelar tiga bulan setelah album rilis, vokalis serta penulis lagu Marcel Thee berujar, “Materi baru ini cukup menantang untuk dibawa live, dan kita ingin memastikan bahwa eksekusi-nya sesuai dengan materi yang didengar orang di album, atau bahkan lebih menampol lagi. Formasi live Sajama Cut terbaru ini – dengan asistensi maut dari Asra di keyboard, Yudhis Tira di gitar kedua, dan Andri Ruay di drum – adalah yang terbaik yang pernah ada dalam sejarah band ini. Gue yakin Sajama Kids akan setuju, karena show ini sepenuhnya untuk mereka.”

Hobgoblin sendiri tentunya telah menjadi album yang mendapatkan banyak pujian dari tokoh-tokok influential di skena musik Indonesia.

Reno Nismara dari Rolling Stone mengatakan, “Empat album dalam rentang waktu tiga belas tahun memang bukanlah statistik yang memukau. Namun dalam kasus Sajama Cut, setiap albumnya memamerkan lonjakan-lonjakan musikal yang berarti. Atas sebab itulah pentas musik ini menjadi penting: dalam satu malam menampilkan segala ragam musik yang pernah diciptakan Marcel Thee dkk. sekaligus mengilustrasikan pendewasaan mereka dalam format konser; dari ‘Apologia’ sampai ‘Hobgoblin’.”

Sedangkan Rudolf Dethu (pemerhati musik dan sosial, manajer Leonardo, ex-manajer Superman Is Dead) mengatakan, “Album Sajama Cut yang paling baru ini bak sebuah perayaan kesenduan dan kepucatan secara elegan. Pop intelek dan brilian. I heart Sajama Cut!”